Minggu, 30 Oktober 2016

Tempat-tempat Dhommah

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم

كتاب:

الحاشية الجليّة على متن الآجرومية

[مواضيع الضمّة]

فأمّا الضَمّة : فتكون علامة للرّفع في أربعة مواضع:

في الاسم المفرد

وجمع التكسير

وجمع المؤنّث السالم

و الفعل المضارع الذي لم يتّصل بآخره شيء

[ TEMPAT - TEMPAT DHOMMAH ]

Adapun dhommah: menjadi tanda rofa’ pada 4 tempat, yaitu:

Isim mufrad

Jamak taksir

Jamak muannats salim

Fiil mudhari’ yang akhirnya tidak bersambung dengan apapun

PENJELASAN

Isim mufrad

Yaitu kata yang menunjukkan (jumlah) 1 (muannats/mudzakar), seperti:

جَاءَ الطَّالِبُ

“Pelajar laki-laki (itu) telah datang”

Maksudnya: 1 orang pelajar laki-laki telah datang.

Isim mufrad  : الطَّالِبُ

Maka kata الطَّالِبُ i’rabnya adalah sbb:

الطالب: اسم مفرد مرفوع وعلامة رفعه

الضمّة الظّاهرة على آخره.

Jamak taksir

Yaitu kata yang menunjukkan (jumlah) lebih dari 2 (muannats/mudzakar), dengan perubahan dari bentuk mufradnya seperti:

جَاءَ الطّلَّابُ

“Para pelajar laki-laki (itu) telah datang”

Jamak taksir : الطّلَّابُ

Maka kata الطّلَّابُ i’rabnya adalah sbb:

الطّلَّابُ: فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمّة الظّاهرة

على آخره.

Jamak muannats salim

Yaitu bentuk jamak dengan penambahan alif dan ta pada bentuk mufradnya, seperti:

جَاءَتِ الطَّالِبَاتُ

“Para pelajar perempuan (itu) telah datang”

Jamak muannats salim : الطَّالِبَات

Maka kata الطَّالِبَات i’rabnya adalah sbb:

الطَّالِبَات : فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمّة الظّاهرة

على آخره.

Fiil mudhari’ yang akhirnya tidak bersambung dengan apapun

Seperti:

الطَّالِبُ يَكْتُبُ

“Pelajar laki-laki (itu) sedang/akan menulis”

Fiil mudhari’ yang akhirnya tidak bersambung dengan apapun : ُيَكْتُب

Maka kata ُيَكْتُب i’rabnya adalah sbb:

يَكْتُبُ : فعل مضارع مرفوع وعلامة رفعه

الضمّة الظّاهرة على آخره.

Malang, 26 Muharram 1438 H

27 Oktober 2016

http://belajar-ilmunahwu.blogspot.com

Koreksi,kritik & saran:
rumahkujannahku@gmail.com

Kamis, 27 Oktober 2016

Tanda Rofa

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم

الحاشية الجليّة على متن الآجرومية

باب معرفة علامات الإعراب

[علامات الرفع]

للرّفع أربعة علامات:

الضّمّة

والواو

والألف

والنون

BAB: MENGENAL TANDA-TANDA I’RAB

[TANDA-TANDA ROFA’]

Dhommah

Wawu

Alif

Nun

PENJELASAN

Dhommah adalah tanda asli untuk rofa’.

Malang, 26 Muharram 1438 H

27 Oktober 2016

Koreksi,kritik & saran:
rumahkujnnahku@gmail.com

Unduh file pdf untuk bab ini di : 
https://docs.google.com/document/d/1rk_EefpvJDGujoduZYem-or6G5CXySKW-2FVbqbrNIU/edit?usp=docslist_api

Rabu, 26 Oktober 2016

Pembagian I'rab

بسم الله الرحمن الرحيم

الحاشية الجليّة على متن الآجرومية

Kamis, 26 Muharram 1438 H

27 Oktober 2016

[أقسامه الإعراب]

وأقسامه أربعة:

رفع ونصب و خفض و جزم

Pembagian I’rab

Dan pembagiannya ada 4, yaitu

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Khafd (خفض)

Jazm (جزم)

I’rab yang dimiliki oleh isim adalah sbb:

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Khafd (خفض)

Tidak ada Jazm (جزم) padanya.

I’rab yang dimiliki oleh fiil adalah sbb:

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Jazm (جزم)

Tidak ada Khafd (خفض) padanya.

Penjelasan:

فللأسماء من ذلك :

الرفع والنصب و الخفض  ولا جزم فيها

Maknanya bahwa i’rab yang masuk pada isim ada 3,yaitu

Rofa’ (رفع), seperti:

جاءَ زَيْدٌ

"Zaid telah datang”

Nashob (نصب), seperti:

رَأَيْتُ زَيْدًا

"Aku telah melihat Zaid”

Khafd (خفض) atau jer seperti:

مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

"Aku melewati Zaid”

Dan jazm (جزم) tidak masuk padanya.

فللأفعال من ذلك :

الرفع والنصب و الجزم  ولا خفض  فيها

Rofa’ (رفع), seperti:

يَضْرِبُ

"Dia seorang laki-laki sedang/akan

memukul”

Nashob (نصب), seperti:

لَنْ  يَضربَ  ْ

"Dia seorang laki-laki tidak akan

memukul”

Jazm (جزم), seperti:

لَمْ يَضْرِبْ

"Dia seorang laki-laki tidak

memukul”

Dan khafd (خفض) tidak masuk padanya.

Kesimpulan:

Kesimpulan dari apa yang kita pelajari diatas adalah:

Rofa’ dan nashob, keduanya sama-sama ada pada isim dan fiil.

Khafd khusus terdapat pada isim.

Jazm khusus pada fiil.

Pembagian I'rab

بسم الله الرحمن الرحيم

الحاشية الجليّة على متن الآجرومية

Kamis, 26 Muharram 1438 H

27 Oktober 2016

[أقسامه الإعراب]

وأقسامه أربعة:

رفع ونصب و خفض و جزم

Pembagian I’rab

Dan pembagiannya ada 4, yaitu

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Khafd (خفض)

Jazm (جزم)

I’rab yang dimiliki oleh isim adalah sbb:

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Khafd (خفض)

Tidak ada Jazm (جزم) padanya.

I’rab yang dimiliki oleh fiil adalah sbb:

Rofa’ (رفع)

Nashob (نصب)

Jazm (جزم)

Tidak ada Khafd (خفض) padanya.

Penjelasan:

فللأسماء من ذلك :

الرفع والنصب و الخفض  ولا جزم فيها

Maknanya bahwa i’rab yang masuk pada isim ada 3,yaitu

Rofa’ (رفع), seperti:

جاءَ زَيْدٌ

"Zaid telah datang”

Nashob (نصب), seperti:

رَأَيْتُ زَيْدًا

"Aku telah melihat Zaid”

Khafd (خفض) atau jer seperti:

مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

"Aku melewati Zaid”

Dan jazm (جزم) tidak masuk padanya.

فللأفعال من ذلك :

الرفع والنصب و الجزم  ولا خفض  فيها

Rofa’ (رفع), seperti:

يَضْرِبُ

"Dia seorang laki-laki sedang/akan

memukul”

Nashob (نصب), seperti:

لَنْ  يَضربَ  ْ

"Dia seorang laki-laki tidak akan

memukul”

Jazm (جزم), seperti:

لَمْ يَضْرِبْ

"Dia seorang laki-laki tidak

memukul”

Dan khafd (خفض) tidak masuk padanya.

Kesimpulan:

Kesimpulan dari apa yang kita pelajari diatas adalah:

Rofa’ dan nashob, keduanya sama-sama ada pada isim dan fiil.

Khafd khusus terdapat pada isim.

Jazm khusus pada fiil.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Bab I'rab

BAB I'RAB

AL I'RAB adalah perubahan akhir-akhir kata yang disebabkan oleh perbedaan 'amil yang memasukinya, (perubahan tersebut) baik secara lafadz maupun diperkirakan.

🎀هو تغيير أواخر الكلم
Yaitu berpindahnya keadaan satu kata dari keadaan rofa' -misalnya- menjadi keadaan nashob atau jer.

🎀العوامل
Al 'awamil (العوامل) adalah jamak dari عامل yaitu yang menyebabkan sebuah kata dalam keadaan  marfu', manshub, majrur atau majzum

🎀لفظا
Perubahan pada akhir kata berupa lafadz (dilafadzkan).
Seperti:
Pada firman Allah:

١. {قَالَ رَجُلٌ}

٢. {أَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا}

٣. {أَوْحَيْنَا إِلَي رَجُلٍ}

1) Pada ayat yang pertama:
>> kata ٌرجل  dirofa', karena 'amil قال beramal (menyebabkan) kata tersebut marfu' sebab dia adalah fa'ilnya.

2) Pada ayat yang kedua:
>> Kata رجلًا  dinashob ; karena 'amil تقتلون beramal (yang menyebabkan) kata tersebut manshub sebab dia sebagai maf'ul bih.

3) Pada ayat yang ketiga:
>> Kataرجلٍ  dijer ; karena 'amil إِلَي beramal (yang menyebabkan) kata tersebut majrur sebab dia isim yang majrur dengan إِلَي

🎀 او تقديرا
Perubahan akhir kata yang ditakdirkan (diperkirakan adanya) - tanda perubahannya tidak tampak secara dhzohir-.
Seperti perkataan Anda:

جَاءَ الفَتَي ورَأَيْتُ الفَتَي و سَلِمْتُ على الفَتَي

Maka:
1) Kata الفَتَي pada contoh yang pertama; dia dalam keadaan marfu' karena sebagai fa'il.
Dan tanda rofa'nya adalah dhommah muqaddaroh di akhirnya karena ta'adzdzur.

2) Kata الفَتَي pada contoh yang kedua, dia dalam keadaan manshub karena sebagai maf'ul bih.
Dan tanda manshubnya adalah fathah muqaddaroh di akhirnya karena ta'adzdzur.

3) Kata الفَتَي pada contoh yang ketiga, dia dalam keadaan majrur karena masuknya huruf jer.
Dan tanda jernya adalah kasroh muqaddaroh di akhirnya karena ta'adzdzur.

Kamis, 13 Oktober 2016

Nakirah

النّكرة

Nakirah adalah setiap isim yang umum pada jenisnya, tidak khusus pada salah satu individu.gov

Dan pendekatan (definisinya) nya adalah:
Setiap isim yang bisa dimasuki alif dan lam kepadanya.
Seperti: الرجل،  الفرس

PENJELASAN:

🎀والنكرة كل اسم شائع في جنسه
Yaitu umum pada satu jenisnya.
Seperti:
رَجُلٌ
-artinya orang laki-laki
-rojulun adalah isim yang umum dari jenis kaum laki-laki (الرِّجال).
-tidak khusus (menunjukkan) salah satu individu tertentu dari kaum  laki-laki.

🎀 وتقريبه
Yaitu pendekatan makna untuk memudahkan orang yang baru mempelajari bab ini.

🎀نحو:  الرّجل و الفرس
Contohnya:
☞orang laki-laki (رّجل)
☞kuda , kuda betina (فرس)

Kedua isim tersebut bisa dimasuki "al". Maka Anda katakan:
الرّجل←orang laki-laki itu
الفرس←kuda itu

Al ma'rifat

المَعْرِفَةُ
AL MA'RIFAT

Dan al ma'rifah itu ada pada lima macam:
1) Isim mudhmar, seperti: saya, kamu
2) Isim 'alam, seperti: Zaid, Makkah
3) Isim mubham, seperti: ini, ini, mereka
4) Isim yang dimasuki alif dan lam, seperti orang laki-laki itu, pemuda itu
5) Dan isim-isim yang diidhofahkan kepada salah satu dari 4 macam isim diatas.

🎀المعرفة
Adalah isim yang menunjukkan atas sesuatu yang tertentu.

🎀 الاسم المضمر
-Disebut juga isim dhomir.
-Artinya adalah isim yang menunjukkan kepada:
☞mutakallim, seperti أَنَا( saya)
☞mukhoththob, seperti أَنْتَ (kamu seorang laki-laki)
☞ghoib, seperti هُوَ (kamu seorang laki-laki)

🎀الاسم العلم
Yaitu isim yang menunjukkan nama tertentu tanpa...

🎀الاسم المبهم
-Semua isim dhomir sebagaimana yang dicontohkan mushonif (ibnu Ãjurum)  dan isim maushul, seperti: yang.
-Keduanya dinamakan isim mubham karena keumuman dan bersambungnya dia untuk kata tunjuk kepada setiap jenis,macam dan sesuatu, seperti:
☞ini hewan (هذا حيوان)
☞ini benda mati (هذا جماد)
☞ini orang laki-laki (هذا رجل)
☞ini Zaid (هذا زيد)

🎀الاسم الذي فيه الألف وللام
-Yaitu isim yang masuk padanya "al" (الْ) yang memberikan faedah ta'rif (penentuan).
-Seperti:
☞orang laki-laki itu ( الرجل)
☞pemuda itu (الغلام)

🎀وما أضيف إلى واحد من هذه الأربعة

Yaitu isim nakirah  yang diidhofahkan kepada salah satu isim ma'rifat (no 1-4), maka dia menjadi ma'rifat dengan sebab pengidhofahan  tersebut.
Misalnya:
☞Bukuku ( كتبي)
☞Bukunya Zaid (كتاب زيد)
☞Buku ini (كتاب هذا)
☞Buku yang kita  (كتاب الذي زارنا)
☞Bukunya pelajar putra tersebut (كتاب الطالب)

Maka kata (كتاب) pada asalnya adalah nakirah, akan tetapi setelah diidhofahkan kepada isim ma'rifat, diapun menjadi ma'rifat.

Huruf 'Athof

BAB AL ATHFU ('ATHOF)

"Huruf-huruf 'athof ada 10, yaitu: و،  ف، ثمّ، أو،  أم ،إمّا،  بل، لا، لكنّ،  dan حتّى pada beberapa tempat"

🎀العطف
'Athof adalah tabi'  (pengikut) yang ditengah-tengah antara dia dengan yang diikutinya ada salah satu huruf athof.

Seperti:
جَاءَ زَيْدٌ وَ عَمْرٌو

Zaid dan 'Amr telah datang.

جَاء َ: فعل ماض
زَيْدٌ : فاعل مرفوع وهو معطوف عليه
وَ : حرف عطف
عَمْرٌو : معطوف علي زيد مرفوع مثله

🎀الواو
-Memberikan faedah menyambungkan dua hal yang setara  tanpa menunjukkan urutan.
-Artinya: dan
-Contoh :
جَاءَ زَيْدٌ وَ عَمْرٌو
Zaid dan 'Amr telah datang.

🎀الفاء
-Menunjukkan makna tartib (للترتيب) & ta'qib (للتعقيب).
-Artinya:  lalu, kemudian
-Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ فَعَمْرٌو
Zaid telah datang lalu 'Amr.

🎀ثمّ
-Menunjukkan makna tartib (للترتيب) & tarokhi' (للتراخي )
-Artinya:  kemudian
-Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ  ثُمّ عَمْرٌو
Zaid telah datang lalu 'Amr.

🎀أو
-Menunjukkan salah satu diantara dua perkara.
-Dalam tuhfah saniyah dijelaskan maknanya adalah takhyir atau ibahah.
-Artinya:  atau
-Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ أَوْ عَمْرٌو
Telah datang Zaid atau 'Amr.

🎀أم
-Menunjukkan makna meminta/menuntut ta'yin (لطلب التعيين) setelah hamzah istifham.
-Contoh:
أَزَيْدٌ جَاءَ أَمْ عَمْرٌو؟
Apakah Zaid yang telah datang atau 'Amr?

🎀إمّا
-Contoh: 
جَاءَ  إِمّا زَيْدٌ وَ إمَّا عَمْرٌو.
Telah datang Zaid  atau 'Amr.

*)Menurut pendapat yang benar, إمّا bukanlah huruf 'athof akan tetapi dia adalah huruf tafshil. Yang merupakan huruf 'athof adalah و.

🎀بل
-Menunjukkan makna idhrob (للإضراب). Yaitu bentuk penentangan (perlawanan) dari apa-apa yang sebelumnya.
-Artinya: tetapi, akan tetapi.
-Contoh:
جَاءَ عَمْرٌو بَلْ زَيْدٌ
'Amr telah datang akan tetapi Zaid tidak datang.

🎀لا
-Menunjukkan makna penafian (للنّفي).
-Yaitu menafikan (meniadakan) hukum dari ma'thufnya.
-Artinya: tidak, bukan.
-Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ لا عَمْرٌو
Zaid telah datang, bukan 'Amr.
Maksudnya:  bahwa yang datang adalah Zaid bukan 'Amr.

🎀لكنْ
-Menunjukkan makna istidrok.
-Contoh:
مَاجَاءَ زَيْدٌ لَكِنْ عَمْرٌو
Zaid tidak datang, akan tetapi 'Amr yang datang.

🎀حتّى
- Huruf حتّى menunjukkan makna keseluruhan antara dua ma'thuf.
- Contoh:
يَمُوتُ النَّاسُ حَتَّى الْأَنْبِيَاءُ
Seluruh manusia akan mati sampai pun (bahkan)  para  Nabi  (juga meninggal).

Maksudnya adalah bahwa seluruh manusia akan meninggal tidak terkecuali para nabi.

- Dan perkataan muallif:
حتّى في بعض المواضع
" hatta pada beberapa tempat" ; karena hatta yang termasuk huruf 'athof jumlahnya sedikit. Adapun yang banyak adalah hatta sebagai harfu jer (bukan huruf 'athof). Sebagaimana dalam firman Allah:
سَلٰمٌ  هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الفَجْرِ

Ket:
-tartib : urutan
-ta'qib : urutan tanpa tenggang waktu; yakni
-yang kedua datang setelah yang pertama
-tanpa adanya tenggang waktu
-tarokhi: antara yang pertama & kedua ada
-tenggang waktu.
-takhyir:  memilih
-ibahah:  membolehkan
-ta'yin: penentuan
-idhrob: memindahkan  hukum dari sesuatu kepada yang lain.
-istidrok:  kebalikannya, lawannya

Minggu, 09 Oktober 2016

Tanda - Tanda Huruf

بسم الله الرحمن الرحيم

TANDA-TANDA HURUF

وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ اَلِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ اَلْفِعْلِ.

"Huruf adalah kata yang  tidak ada padanya (tidak bisa dimasuki) tanda-tanda isim dan tanda fiil"

PENJELASAN

Penulis Ájurumiyah menyebutkan bahwa huruf terbedakan dari isim & fiil dengan tidak bisanya huruf tersebut menerima tanda-tanda isim dan tidak pula bisa menerima tanda-tanda fiil.

Jika sampai kepada Anda sebuah kata, maka:
1) pertama kali masukkanlah tanda-tanda isim padanya, jika kata tersebut bisa dimasuki salah satu darinya, maka dia termasuk isim.

2) "Kedua, jika kata tersebut tidak bisa menerima tanda-tanda isim, maka masukkanlah tanda-tanda fiil padanya. Jika kata tersebut bisa menerima salah satu tanda fiil, maka dia termasuk fiil.

3) Ketiga, jika kata tersebut tidak bisa dimasuki tanda-tanda isim ataupun tanda-tanda fiil, maka hukumilah dia sebagai huruf.

Maraji':
كتاب:  الحاشية الجليّة على متن الآجروميّة

Tanda-tanda Isim

TANDA-TANDA ISIM

فَالِاسْمُ يُعْرَفُ:

- بِالخَفْض
- ِوَالتَّنْوِين
- ِوَدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّام
ِوَحُرُوفِ اَلْخَفْضِ, وَهِيَ مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءُ, وَالْكَافُ, وَاللَّامُ
وَحُرُوفُ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاء

"Isim itu diketahui dengan al khafdh,  at tanwin, masuknya alif dan lam, huruf-huruf khafdh yaitu َ مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءُ, وَالْكَافُ, وَاللَّامُ dan huruf-huruf qosam yaitu  اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاء.

PENJELASAN

🎀Makna:  فَالِاسْمُ يُعْرَفُ
Yaitu bahwa isim dapat dikenali/diketahui dan dibedakan dari fiil & huruf.

🎀Makna: الخَفضْ
- Yaitu jer. Maksudnya, Al khafdh/jer adalah ibarat (istilah) dari kasroh
- Seperti lafadz:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Maka kata-kata yang ada pada lafadz:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
semuanya adalah isim karena adanya harakat kasroh pada setiap akhir kata-kata tersebut.

🎀Makna: َالتَّنْوِين
- Tanwin adalah istilah untuk dhommatain, fathatain atau kasrohtain ( ٌ  ٍ  ً   )
- Contohnya seperti firman Allah:
{ سَلٰمٌ قَولًا مِنْ رَبٍّ رَّحِيْمٍ }

Maka kata: سَلٰمٌ - قَولًا - رَبٍّ - رَّحِيْمٍ  semuanya adalah isim karena adanya tanwin pada akhir kata-kata tersebut.

🎀Makna: َدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّام
- masuknya alif dan lam atau disebut juga "al" (أَلْ) .
- seperti pada firman Allah:

{ الرَّحْمٰنُ عَلَى العَرْشِ اسْتَوَىٰ  ٰ} 

Maka kata:  الرَّحْمٰنُ - العَرْشِ adalah isim karena masuknya (أَلْ)  pada keduanya.

🎀Makna: حُرُوفِ اَلْخَفْضِ
- Yaitu terbedakannya isim (dari huruf dan fiil) dengan masuknya salah satu dari huruf-huruf khafdh yang disebutkan pada matan (ada 9 huruf)
- seperti firman Allah:

{ سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى }

Kata عَبْدِهِ dan الْمَسْجِدِ  adalah isim karena masuknya huruf khafdh pada keduanya.
Huruf khafdhnya yaitu: 
1) al báu (بِ) masuk pada kata عَبْدِهِ
2)  min (منْ)  dan ilaa (إلَى) masuk pada kata الْمَسْجِدِ

🎀Makna: حُرُوْفُ القَسَمِ
- Yaitu bahwa isim terbedakan juga  (dari fiil & huruf) dengan masuknya huruf-huruf qosam padanya.
- Huruf qosam adalah huruf yang digunakan untuk bersumpah.
- Seperti:
وَاللّٰهِ - بِاللّٰهِ -  تَاللّٰهِ
Maka lafadz jalalah (اللّٰه) adalah isin karena masuknya huruf qosam padanya.

Maraji':
كتاب:  الحاشية الجليّة على متن الآجروميّة

Pembagian Kalam

بسم الله الرحمن الرحيم

PEMBAGIAN KALAM٭)

أقسام الكلام

وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : إِسْمٌ وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى

"Dan macam-macamnya ada 3: isim, fiil, dan huruf yang mengandung makna"

*) lebih tepatnya adalah pembagian kata/ macam-macam kata.

PENJELASAN

🎀  Pengertian:  وَ أَقْسَامُهُ
Yaitu bagian-bagiannya, yang kalam itu tersusun darinya.

🎀Pengertian: ٌاسْم 
Isim adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya dan tidak berkaitan dengan waktu.
Seperti:
- Zaid (زَيْدٌ)
- kuda betina (فَرِسٌ)
- burung pipit (عُصْفُوْرٌ)

🎀Pengertian: فِعْلٌ
Yaitu kata yang menunjukkan makna pada dirinya dan berkaitan dengan waktu.

Waktu yang dimaksud ada 3 yaitu:
1) Mádhi (ماض), artinya yang telah lalu
- contohnya:  telah berdiri (قَامَ)

2) Hádhir (حاضر), yang sedang berlangsung
- contohnya: sedang berdiri (يَقُوْمُ)

3) Mustaqbal (مستقبل), yang akan datang
- contohnya:   berdirilah kamu (قُمْ)

🎀Pengertian: حَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى
- Yaitu kata yang menunjukkan makna pada selainnya.
- Seperti: tidak (لَمْ) ,  di/pada (فِيْ), apakah (هَلْ).
- Misalnya huruf (لَمْ) maknanya adalah penafian, makna ini tidak tampak dan tidak jelas sampai huruf tersebut digabungkan kepada kata yang lainnya.
- Maka Anda katakan:
لَمْ يَقُمْ زَيْدٌ
"Zaid tidak berdiri"

Maka jelaslah makna penafian huruf (لَمْ) pada kalimat diatas.

🎀Pengertian: جَاءَ لِمَعْنًى
- Yaitu bahwa huruf tersebut mempunyai makna.
- Berbeda dengan huruf yang tidak mempunyai makna semisal huruf hijaiyah.
Contohnya:  huruf zai pada kata "Zaidun" (زَيْدٌ).
Maka huruf zai (ز) tersebut bukanlah termasuk harf dalam bab ini karena tidak já a li ma'nan.
- Adapun contoh:
هَلْ قَامَ زَيْدٌ؟
"Apakah Zaid telah berdiri?"
Maka  (هَلْ) adalah harfu já a li ma'nan. Dengan rincian sbb:
Kata هَلْ adalah huruf istifham.
Kata قَامَ adalah fiil
Kata زَيْدٌ adalah isim.

Maraji':
كتاب:  الحاشية الجليّة على متن الآجروميّة

Definisi Kalam

بسم الله الرحمن الرحيم

DEFINISI KALAM

اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ

Kalam adalah lafadz yang murakkab yang mufid dan bil wadh'i.

PENJELASAN

🎀Al lafdzu
- yaitu bahwa kalam harus berupa suara yang mengandung beberapa huruf hijaiyah

🎀Al murakkabu
- bahwa kalam harus tersusun dari dua kata atau lebih

🎀Al mufiidu
- bahwa jika mutakallim menghentikan ucapannya disana, maka mukhothob dapat memahami ucapan tersebut.

🎀Bil wadh'i
- yaitu kalam harus dengan peletakan orang Arab, maksudnya adalah harus menggunakan lafadz-lafadz yang digunakan dalam percakapan orang Arab.

CONTOH:

🎀Seperti ucapan Anda:
الْعِلْمُ نَافِعٌ

"Ilmu itu bermanfaat"

Kalimat  diatas adalah kalam menurut ahli nahwu. Karena sbb:
1) berupa lafadz yakni mengandung beberapa huruf hijaiyah yaitu: alif, lam, 'ain  ...dst
2) murakkab yakni karena dia tersusun dari dua kata. Kata yang pertama "al 'ilmu" dan kata yang kedua "náfi'un".
3) mufid yakni karena dia memberikan faedah penjelasan bahwa ilmu itu bermanfaat.
4) bil wadh'il 'arobi yakni karena dia termasuk kalimat berbahasa Arab.

PENGECUALIAN

⛔ Isyarat, penulisan, dan semisalnya tidak termasuk al lafdzu, oleh karena itu tidak bisa dinamakan kalam.
⛔ Kata tunggal semisal "Zaidun" (زَيْدٌ) tidak termasuk kalam karena tidak murakkab.
⛔ Kata yang tidak mufid (tidak memberikan makna sempurna), tidak dinamakan kalam. Seperti:
إِنْ قَامَ زَيْدٌ
"Jika Zaid berdiri"
⛔Kalimat yang menggunakan bahasa 'ajam tidak termasuk kalam.

*)bahasa 'ajam: bahasa selain bahasa Arab.

Maraji':
كتاب:  الحاشية الجليّة على متن الآجروميّة